Merantau …
Dalam tradisi Minangkabau, setiap anak laki-laki suatu hari akan pergi meninggalkan tanah kelahiran mereka dan berjalan mencari pengalaman hidup. Pengalaman hidup yang akan membuatnya menjadi lelaki sejati.
Salut dan 2 jempol buat mister Gareth Huw Evans. Bule Inggris yang jadi sutradara ‘Merantau’ ini bisa mengetengahkan seni beladiri pencak-silat dalam satu paket dengan adat istiadat yang ada di bumi pertiwi, Indonesia.
Terbukti dengan film action Merantau yang sama sekali jauh dari unsur sadis. Dan meski berbalut cerita gemerlap kehidupan metropolitan tidak ditemui juga adegan vulgar nan erotis. Hanya disajikan dalam bentuk simbolis. Persis seperti ajaran adat Minangkabau : “dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang“. Sekali lagi, Gareth Huw Evans bisa menghargai kultur (asli) Indonesia.
Sedikit cerita saya (sinopsis) tentang Film Merantau :
Yuda, sosok pemuda santun yang tinggal bersama Mamak dan Uda (abang) Yayan. Hidup damai di suatu bukit yang amat subur di Minang, berkebun tomat. Kehidupan inilah yang harus ditinggalkan oleh Yuda untuk pergi Merantau yang sudah menjadi adat istiadat etnis Minangkabau.
Meski sang mamak (ibu) sempat mengungkapkan ketidaksetujuan niat Yuda untuk pergi merantau, Yuda tetap junjung adat istiadat dengan pergi merantau ke Jakarta. “Doaku selalu menyertai untuk keberhasilanmu, Nak”. Di dalam bus menuju Jakarta, Yuda berkenalan dengan Eric, orang Minang juga. Eric (ceritanya) yang lebih tua, berpesan kepada Yuda bahwa hidup di perantauan jauh seperti yang diharapkan. Harus bisa memanfaatkan keahlian yang dimiliki, dalam hal ini ilmu bela diri (pencak silat). Sesampai di Jakarta, berpisahlan mereka.
bla..bla..bla..
Dompet Yuda dicuri oleh seorang bocah. Bocah ini adalah adik Astri, cewek pekerja klub malam. Dari sinilah aksi laga dimulai. Sumpah ndak ada yang sadis koq. Cuman mungkin kita akan dibikin berkata spontan, “Uhhh.. aooww.. sakit loh kayak gethuw..“. Aksi laga memang hampir mirip (kalo ga salah) film Thailand Ong Bak. Tapi bisa juga seperti aksinya Willy Dozan di senetron Deru Debu (jaman SMP dulu). Ada pula aksi berantem di sofa yang mirip gayanya Jackie Chan di Rush Hour.
Yang paling bikin saya ketawa kepingkal-pingkal pas adegan dikejar preman pake Yamaha King. Yuda kehabisan cara untuk menjatuhkan preman itu dan lewatlah orang yang hendak mandi. Yuda langsung menarik handuk orang tersebut dan terjadi tarik-menarik handuk. Preman pake motor tadi terjerembab handuk yang diperebutkan itu. Yang lucu bukan tarik-tarikan handuk atau jatuhnya si preman, melainkan ekspresi sang bapak pemilik handuk setelah preman terjatuh. Melongooo.. dan hanya diam terpaku tanpa ada gerakan. Wes tah.. poko’e lucu banget.
Astri ternyata menjadi salah satu ‘barang’ yang akan dijual yang sebelumnya sudah ‘dicicipi’ dulu oleh Mr. Ratger, seorang mafia bule perdagangan manusia. Mr. Boss ini juga lucu, marah-marah ketika pecahan botol masih banyak menancap di wajahnya.

Seberapa hebat aksi Yuda yang diperankan Iko Uwais ini ?
Mampukah Yuda melawan sendiri puluhan preman ?
Tonton aja… seru koq..
———
Siapa Iko Uwais, cowok kelahiran 12 Februari 1983 ini memang asli jago silat. Tapi ilmu silat yang dia geluti sebenarnya sedikit berbeda dengan pencak silat Minangkabau. Dalam film perdananya Merantau ini, untuk penyesuaian silatnya dia berguru pada Masternya Pencak Silat Harimau, Edwel Datuk Raja Gampo Alam. Sang master ini juga ada di film meski cuman sebentar.

Selamat menonton…
Sumber dan Link terkait :
- http://www.merantau-movie.com/
- http://www.21cineplex.com/merantau,movie,2120.htm
- http://www.youtube.com/watch?v=PtkLFm3QrmA
- http://id.wikipedia.org/wiki/Merantau
- http://www.imdb.com/title/tt1368116/




wah ki film koyoe film action pertama yang mantab di indonesia
sory, ni tip link juga cak mencari blogpreneur sejati
ha ha ha
emang wes ndelok cak,
ojok koment tok sekedar nitip link tah..
sukses yaa..
aq jg setuju…ni dia film action indonesia yg boleh dibilang nggak kalah ama film action hongkong ato thailand. kemarin aq udah nonton, sinematografinya jg bagus banget..emang si di awal2 film agak booring, tp pas masuk di tengah tengah filmnya jd seru abis…makanya bwt semuanya harus nonton dulu dari awal hingga akhir film. biar nggak bingung. salut deh pokoknya…nggak kalah ama film macam Danny the dog (jet lee), Ong bak (thailand), enter the dragon (bruce lee), who iam i (jackie chan.
setujuw bos,
maklum si bintang emang ngidolain Jackie Chan
seru lah.. bag..bug..bag.. gedebug..
Menjadi seorang perantau adalah suatu kebanggaan bagi kami sebagai Putra minang. Saya adalah seorang perantau ulung dari sejak berumur 16Th. Banyak lika-liku kehidupan yang dialami, bak gado-gado semuanya ada didalamnya. Sekrang kurang lebih 3Th sudah saya berada disulawesi tengah meninggalkan kampung halaman. Film ini sunggung mengingatkan saya akan pertama sekali saya meninggalkan ranah minang. Ingat “pesan-pesan amak (bunda)”
I like this movie so much… TWO THUMBS UP..
Pangeran Melayu..
Hery – Palu – Sulawesi Tengah
aku suka bgt ama silat……
apalagi silat yang ditampilkan begitu keren…..
wah pokoknya mantap!!!!!!!
film yang sangat bagus, sering2 aja ikin film kayak gini, jangan setan melulu,
cuman lama2 nonton merantau kayak nonton ong bak deh, knp ya?
Saya baru pertama kali menonton flm yg sangat menyentuh kehidupanku….. sejak usia ku 9 thun sdh merantau dan sampai kinipun saya masih tetap merantau…kekerasan khidupan perantau sangatlah mengasikan hingga saya berfikir saya tidak akan kembali kalau belum berhasil