Mencari Lowongan, Pekerjaan atau Wiraswasta

Share

Wiraswasta = Pengusaha = EntrepreneurMencari lowongan pekerjaan, menurut saya adalah sebuah option atau pilihan. Bukan suatu keharusan, kewajiban dan tututan untuk menyambung hidup. Karena pada dewasa ini memilih pekerjaan justru (sepertinya) menjadi ajang gengsi-gengsian bukan semata mewujudkan impian dan/atau mengisi hidup. Jika ditanya Kerja di mana?”, seolah-olah akan merasa tinggi harkat, derajat dan martabatnya alias merasa tersanjung jika bisa menjawab “Kerja di Departemen A”, “Menjadi Staff di Kantor B” atau “Karyawan di Instansi C”.

Banyak orang bilang saat ini ‘masa sulit’ atau bahasa gaulnya ‘resesi’. Cari kerja ini-itu susah dan akhirnya ada peluang (saya yakin) kita semua tahu tentang adanya bisnis jual-beli rekrutmen pegawai baru. Menawarkan pekerjaan tetap, staff kantor dan lain sebagainya dengan tarif tertentu. Entah dengan istilah ‘jatah kursi’, ‘lewat belakang’, resmi, ilegal atau apapun istilahnya. Misalnya menjanjikan suatu posisi dengan harga 50 juta jika ada pengangkatan (biasa disebut SK) sudah turun. Dan anehnya, berapa puluh ataupun ratusan juta ‘harga yang harus dibeli‘, malah banyak kalangan yang berbondong-bondong mengejarnya. Rela menghabiskan hartanya, jual-beli ini itu untuk membayar ‘harga beli’ status pegawai tersebut. Fenomena inilah yang masih membingungkan saya. Beli status, beli harkat-derajat-martabat, atau memang butuh kerja…? Semua kembali pada orang yang memilih pilihan tersebut. Allah lah Yang Maha Tahu segalanya.

Membuka Lapangan Pekerjaan

Wiraswasta = Buka Lapangan PekerjaanBagaimana jika kita ganti menjadi Menciptakan Pekerjaan atau Menciptakan Lowongan Kerja..? Coba uang 50 juta tadi dijadikan usaha seperti Jasa Cuci Motor/Mobil, mungkin bisa langsung bikin 5 cabang sekaligus. Bikin warnet bisa dimulai dengan 10 komputer. 10 PC Komputer harga 3jutaan sudah bagus, sisanya buat beli koneksi internet, instalasi dan lain-lain. Kira-kira apalagi yang bisa kita buat dengan modal 50 juta..? Masih banyak usaha mandiri bisa dimulai dengan modal 50 juta. Inilah contoh yang disebut wiraswasta.

Libur lebaran 2009 ini banyak sekali ketemu sodara-family, sahabat/teman bahkan orang baru. Di setiap perbincangan selalu ada kalimat tanya “Kerja di mana?”. Dengan lantang dan tegas saya jawab, “Saya wiraswasta di Jogja” ….dst. Dari sekian banyak penanya, hanya segelintir memberikan semacam ‘sambutan positif’ yang intinya seperti, “Bagus itu, hebat yah bisa wiraswasta di masa muda”. Sebagian besar justru cuman bilang “ooo..” atau cuman diem sambil ngangguk-ngangguk. Apakah sebagian besar orang menunggu jawaban “Saya kerja sebagai Manajer di Perusahaan Export PT. Maju Terus”..? Kalo nunggu jawaban seperti yang diharapkan, kenapa harus tanya. Coba aja tanya diri sendiri dan dijawab seperti itu sendiri, beres khan..? (sebel mode-on)

Seni Berbicara tentang Pekerjaan

Dialog | Jangan Mendominasi Orang yang tertarik jawaban wiraswasta yang saya berikan, sangat antusias mendengarkan penjelasan saya. Bahkan terjadi dialog dan tanya jawab yang cukup panjang. Ngobrol pun jadi seru. Menariknya lagi, justru pembicaraan bukan saya yang mendominasi. Sedikit saya bicara dan malah lawan bicara saya yang memotong kemudian menjelaskan lebih detil apa yang saya kemukakan. Apakah karena lawan bicara tersebut juga ingin atau mendambakan bisa ber- wiraswasta..? Belum tentu. Dalam obrolan alias dialog membahas tentang pekerjaan, ada seni bicaranya juga.

  1. Pede dan bangga dengan (apapun) pekerjaan sekarang. [sifat bersyukur]
  2. Jangan terlalu mendetail menjelaskan tentang Anda. [tidak sombong]
  3. Ketika menjelaskan, pancing atau berikan kesempatan agar lawan bicara ikut berikan kontribusi meneruskan obrolan [sabar, jangan seperti pidato]
  4. Jangan lupa juga menanyakan pekerjaan (hal serupa) kepada lawan bicara [silaturahim]

Ngapain malu..?Ingat, dulu pernah ada iklan pariwara “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda”. Masih ingat..? Ciptakan kesan pertama untuk anda sendiri. Bagaimana ada kesan yang menggoda, jika Anda malu atau merasa minder menjawab tentang pekerjaan anda, bukan…? Saya rasa, malu dalam hal ini bisa diartikan kurang bersyukur. Jawab saja dengan tegas dan berikan sedikit alasan POSITIF mengapa anda memilih pekerjaan tersebut sesuai dengan hati nurani anda. Bukan alasan yang terpaksa atau suatu keluhan cuman pekerjaan tersebut yang bisa anda kerjakan. Jika pekerjaan yang anda tekuni tersebut halal, kenapa harus malu..?

Saya yakin, semua pekerjaan pasti selalu dihiasi suka dan duka. Ceritakan suka dan gembiranya dong.. Ngapain diceritakan yang dukanya..? Kayaknya malah akan membuat ‘nilai’ anda jatuh di depan lawan bicara jika hanya ceritakan dukanya. Anda tidak akan pernah tahu, lawan bicara Anda mungkin juga tertarik dengan pekerjaan yang anda ceritakan. Jika Anda menceritakan dukanya terlalu banyak, waaahh bisa kacau. Anda bisa ‘membunuh’ semangat dan impian lawan bicara Anda.

Tetap Jalankan Wiraswasta

Keranjang TelurApapun pekerjaan Anda (status karyawan/staff), saran saya jangan lupakan untuk tetap berwiraswasta. Seperti yang pernah dikatakan teman saya, “Jika anda punya telur, taruhlah di beberapa keranjang yang berbeda. Jika salah satu keranjang itu rusah atau jatuh, kita masih punya cadangan telur di keranjang yang berbeda”. Pekerjaan yang anda tekuni sekarang kita hitung dan samakan seperti 1 buah keranjang. Keranjang ini bisa saja rusak kapanpun, anda diberhentikan atau kantor yang pailit kemudian di tutup. Berwiraswasta bisa diartikan membuat keranjang-keranjang baru. Hasil dari wiraswasta itulah telurnya. Tetap semangat..!!

Akhirnya, wiraswasta akan bisa menjadi pilihan ataupun tambahan yang bisa anda tekuni mulai saat ini. Mari kita syukuri apapun yang kita dapatkan dari hasil pekerjaan kita. Apapun pekerjaan kita, namanya rezeki tetap DIA yang membagi. Semoga Allah senantiasa memberikan kita kekuatan untuk terus beraktifitas dan berkreasi mengisi hidup dengan hasil yang berkah. Sesudah itu jangan lupakan juga untuk selalu bersedekah… karena sebagian harta kita juga milik mereka….

Artikel ini hanyalah share dan opini saya pribadi. Bagaimana menurut Anda…?

Halaman ini dikunjungi dengan kata kunci (keywords):

~ lowongan kerja wiraswasta ~ yhs-per_003 ~ usaha mandiri dengan berwiraswasta ~ kerja wiraswasta

Artikel Terkait:

Anda suka & terbantu dengan artikel ini ?

Jika berkenan.., Anda boleh kirim donasi untuk IwanUdin
Yang penting IKLHAS.. Bisa dengan Kartu Kredit loh..

[klik Donate]
  1. riza_kasela |

    saia mau buka toko obat
    Mau invest bang?

    • iwanudin |

      toko obatnya mau buka di mana mas..?

  2. annosmile |

    bisnis online juga memberi rezeki mas
    he3x..

    • iwanudin |

      nah itu dia mas Anno,
      kalo bisnis online malah bisa tanpa modal.
      pingin serius sieh modal web yaa..
      paling tidak 10% = 500.000 setahun

      hasilnya … bisa berkali-kal lipat, bukti :
      1. gajian/uang internet
      2. uang dr internet

  3. nida |

    thanks info-infonya mas

    • iwanudin |

      sama-sama bu nida..
      semoga bermanfaat

  4. habib |

    saya 30 tahun wiraswasta bergerak dibidang las dan konstruksi baja.karyawan saya cuma 5 orang.sekarang saya lagi pengen tantangan mencoba sebagai seorang karyawan.
    dalam usaha anda harus bekerja keras dan menghargai kerja karyawan anda setelah itu anda biarkan kesuksesan mengalir laksana air terjun yang indah

    • iwanudin |

      mantabs.. sukses buat mas habib..
      makasih dah mampir disini

  5. mr wit |

    Saya disini send message or information about “wiraswasta”please……

  6. Drs, Djoni Karim |

    Saya se7 x dgn pendapat bapak, mg ….
    moga ada pencipta kerja yg lain ya…….. semangat….

    • iwanudin |

      makasih pak..
      intinya memang semangat dan tentunya juga enjoy dengan semangat itu..

  7. emon |

    sipppp

Trackbacks/Pingbacks

  1. Wiraswasta « Jual Beli Produk dan Jasa - [...] Pekerjaan atau Wiraswasta Mencari lowongan atau memilih pekerjaan tetap jalankan wiraswasta http://blog.iwanudin.com/mencari-lowongan-pekerjaan-atau-wiraswasta/ – Rank [...]
Misteeerius.Com DiJUAL


  » »   jawabannya ditulis ANGKA saja yaa : [wajib diisi]