Menurutku, Jogjakarta sepertinya memang cukup ‘sakti’. Hanya beberapa waktu tidak melewati jalan “A”, tiba-tiba sudah muncul apartemen. Agak lama nggak lewat jalan “B” muncul resto atau Cafè baru. Dan baru beberapa minggu nggak tengok kanan-kiri, ternyata sudah ada EMPIRE XXI di Jalan Solo (Jl. Adisucipto).
Sekali lagi itu cuman menurutku loh..
kale aja pas lewat emang terlalu konsen ke jalan, jadi lempeng (lurus) aja jalannya tanpa lirik kanan lirik kiri. Atau mungkin yang dilirik beda hayooo…

Si Mayor, Eden Sinclair | Doomsday
Cerita punya cerita, barusan nonton pilem neh di EMPIRE XXI. Sebenarnya seh nggak sengaja nontonnya, pas lagi jalan-jalan dengan nyonya dan sihitam lewat jalan solo koq tiba-tiba pingin mampir ke EMPIRE. Begitu masuk, nyari display film yang sedang diputar .. koq ga ada yah..? Display yang dipajang masih status Cooming Soon. Gimana seh ..? Ternyata ada monitor besar (di atas mbak-mbak bakul tiket film) yang menujukkan film yang diputar di EMPIRE ini tanpa adanya gambar display filmnya.
Jam di Hapè menujukkan pukul 21.25, tanpa banyak pikir panjang pilihlah film Doomsday. “Kategori film apa neh mbak, Doomsday..?“, tanyaku. Si mbak tanya bakul film yang di sebelahnya kemudian menjawab, “Action, Mas..!“. Sepertinya bagus neh. “Oke mbak 2 tiket di sini“, pintaku sambil menujuk posisi tempat duduk yang cukup nyaman.
Ngantri beli sembako snack bentar dan langsung menuju ruang Empire 3. Maklum pemutarannya mepet banget jam 21.40. Begitu duduk, eh langsung maen. Syukurlah nggak telat.. Awal film, Mas IWåNT langsung bergumam.. “Oalahh.. kayak’ Resident Evil toh. Ini mah bukan action, Thriller -lah tepatnya“. Macam virus mematikan yang cepat menular dan berakhir menjadi seperti Zombie (mayat hidup).
Sedikit review dengan bahasa Mas IWåNT :
Di dataran Skotlandia sedang terjangkit virus yang mematikan. Entah mengapa pihak pemerintah Inggris sepertinya bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Militer Inggris mengkarantina seluruh wilayah Skotlandia baik darat maupun laut dengan memasang tembok besi yang cukup tinggi dan berlapis-lapis.
Warga Skotlandia sendiri ada yang kurang paham adanya karantina dan pemblokiran di semua ruas jalan menuju wilayah Inggris. Diperbatasan, warga ini protes atas pemblokiran dan mencoba menerobos militer yang sedang berjaga. Di sinilah insiden awal dimulai. Dari kerumunan masyarakat yang menerobos brikade militer ada satu manusia yang terinfeksi cukup parah. Militer akhirnya menembaki kerumunan ini secara membabi hutan buta. Ada bocah (cewek) yang terkena peuru nyasar di mata kanannya, kemudian sang ibu menitipkannya kepada militer. Gerbang karantina akhirnya ditutup total.. bahkan dilas… Sayang tukang las nya gak lama mejeng dipilem.
Bertahun tahun pemerintah Inggris terus memonitoring perkembangan zona mati yang telah dikarantina tersebut. Zombi yang berkeliaran dan mendekati perbatasan karantina langsung meledak terkena ranjau. Bahkan seekor tupai yang nongol dari lubang langsung hancur lebur karena tertangkap sensor gerak senjata otomatis.
25 tahun kemudian.. tahun 2033. London berkecamuk.. ada yang tertangkap satelit, beberapa manusia yang terinfeksi lolos dari karantina dan masuk kota. Di Indonesia ada Tarzan masuk kota, disini Zombie masuk kota. Pemerintah Inggris berkesimpulan jika mereka (zombie yang lolos) bisa bertahan hidup mungkin telah mendapatkan penawar dari seorang dokter (Dr. Kane) yang dulu masih terjebak di dalam karantina.
Dikirimlah pasukan (kalo ga salah 8 orang) dengan bersenjata lengkap dan dua tank khusus ke zona mati untuk mencari Dr. Kane itu. Pasukan ini dipimpin oleh seorang Mayor, yang tak lain adalah gadis kecil yang tertembak di mata kanan dulu, Eden Sinclair (diperankan oleh Rhona Mitra). Di sesi ini, kesadisanpun dimulai.. poko’e sadis lah.. Mereka bertemu dengan suku/ras/kelompok kanibal (pemakan manusia). Para kanibal ini bersolek bak punkers. Pimpinan kanibal ini mirip banget sama Andi vokalis /Rif. Ada loh sentuhan musik rock di dalemnya.
Dua tank yang dirancang khusus dapat di taklukkan juga. Si Mayor dan beberapa pasukan tertangkap punkers kanibal ini. Kemudian ada yang dibakar setengah matang dan di makan rame-rame… Sadis boo..
Ratu Kanibal | Doomsday
-
Si Mayor bisa lolos setelah memenggal permaisuri raja kannibal. SiMayor bertemu dengan seorang wanita yang mengaku anak dari Dr. Kane dan bersedia untuk membantu menemukan bapaknya. Dan akhirnya bertemulah mereka dengan Dr. Kane setelah melalui pengejaran massa kanibal yang cukup mendebarkan. Nyonyaku aja sampe kaget dan teriak-teriak. Dari 8 orang, tersisa 3 orang termasuk si Mayor.
Sol, Raja Kanibal | Doomsday
Dr. Kane juga memiliki massa tersendiri dengan settingan seperti zamannya Robin Hood. Berkuda, tombak dan panah. Padahal setting film ini adalah tahun 2033. Asyik khan .. Sesuai misinya, si Mayor bertanya kepada Dr. Kane tentang penawar untuk tetap “survive”. Namun, ternyata bukan penawar atau formula yang membuat mereka bertahan hidup. Justru kekebalan dari setiap manusia itu yang membuat mereka tetap hidup. Dan yang paling kebal, dialah yang paling berkuasa. Oleh karenanya, dua kubu tadi, antara massa Dr. Kane dan para kannibal (yang dipimpin putra Dr. Kane) terus berperang.
Singkat cerita si Mayor bisa kabur dari Kerajaan Dr. Kane dengan membawa putri tadi untuk dijadikan bukti ke pemerintah Inggris. Ditengah pelarian ini, si Mayor dkk bertemu dan dihadang oleh massa kanibal. Mereka marah besar dan ingin balas dendam atas kematian ratu mereka. Kejar-kejaran dengan mobil, motor dan di hadang bus besar yang bersenjata ala ninja. Bisa melempar semacam cakram.
Mas IWåNT paling suka di sesi action terakhir ini. Sampe ngakak abis.. Nggak habis pikir, ini tadi film Thriller ada actionnya, ada penggal memenggal koq jadi kocak gene yah. Suerr, ketawa sampe mangap-mangap…
Ada beberapa keanehan seh… lagi-lagi menurutku. Tapi nggak usah dibahas. Setiap pribadi pasti memiliki penilaian sendiri-sendiri.
Penasaran ..??? Tonton aja sendiri…
-
Trailer source : http://www.youtube.com/
NB: Bioskop 21 koq sering telat mutar film gene yah..?




Wah… keren mas, ya entar deh tak tontone
monggo mas, pasti ndak nyangka ntar pas diakhir cerita.. main penggal, potong tangan ee.. koq malah jadi dagelan ujung-ujungnya.
met nonton yah..
Iyaa mas aku seneng nek diresensi gini. oow nontonx di jalan uripsumoharjo arah amplas kuwi to…deket bethesda
waduh.. koq bisa sampe urip sumoharjo.
daerah endi kuwi..
kayaknya sampeyan ngerti, ning kliru ngomong’e
keren keren….(meski cuma baca aja tapi ikut seneng.hehe…)
lebih seru kalo bisa nonton juga, bu Nida.