Antara Contreng, Centang, Coret dan Blog

Ketika ada kata contreng, pastilah mungkin Pemilu ada dalam bayangan kita. Dan setelah kata Pemilu tersirat di benak kita, sudah semestinya kita fokus dengan hak warga negara. Namun setelah melangkah tentang hak, sesuatu yang ada dan tercipta dalam pikiran, ide, uneg-uneg, tuntutan, harapan, bahkan sampai pada lisan, percabangan massal-pun dimulai. Setiap individu mulai merangkai beraneka kata menjadi kalimat (indah) menyangkut haknya sebagai warga negara dalam Pemilu. Baik hanya sebatas angan maupun terlontar dalam kata-kata membentuk sebuah opini tersendiri. Karena hak sudah bersifat sangat pribadi dan individual. Namun demikian, setiap individu harus sadar penuh bahwa hak yang dimilikinya tetap mempunyai batasan yang jelas, yakni hak-hak individu (orang) lain.

Entah itu kehidupan yang adil, sejahtera, makmur sentosa, gemah ripah loh jinawi. Apapun ungkapannya, Mas IWåNT yakin cukup di artikan dengan satu kata singkat nan padat, NYAMAN. Oleh karena itu, menurut saya :

diadakannya Kampanye adalah untuk menyaring dan menjaring sebagian besar kalimat-kalimat yang mengedepankan hak individu tadi yang menjadi tututan kepada negara demi kehidupan bersama yang nyaman. Dengan kata lain, menyeragamkan hak-hak individu itu sendiri.

Itulah salah satu gambaran batasan yang nyata terhadap hak individu. Karena memang sangatlah tidak mungkin (tidak masuk akal juga) untuk mewujudkan ribuan atau jutaan hak yang ada.

bermain tinta setelah contreng

bermain tinta setelah contreng

Bicara tentang hak, anda bisa saja mengatakannya kepada siapapun dan tidak hanya sebatas kepada individu di negara ini saja. Teriakkan lantang hak anda kepada dunia. Namun jangan pernah ungkapkan hak anda yang bernada negatif seperti menakuti atau menjelekkan hak-hak individu yang lain. Perlu di ingat, (lagi-lagi menurut saya) Hak hampir identik dengan doa (maaf jika salah). Misalnya, Mas IWåNT punya hak memiliki motor keren dan mobil mewah. Apakah anda tidak..? Bukankah hal ini terbersit seperti doa..? So, anda perlu berhati-hati juga dengan apa yang menjadi hak-hak anda.

Tuhan menyayangi orang-orang yang berpikir positif dan tentunya melahirkan doa-doa indah (yang positif juga). Jadi, jangan batasi hak orang lain dengan suatu ancaman dan ketakutan yang tercipta dari ide hak anda sendiri. Bisa-bisa jadi bumerang terhadap hak anda. Dan jangan coba-coba anda mengecam pihak lain atas nama hak-hak orang banyak jika anda sendiri belum ada tindakan nyata memperjuangkan hak anda sendiri. Misalnya :

beberapa waktu lalu ada cerita dari teman dan hampir mirip tayangan di TV, ada seseorang protes ini itu tentang Pemilu 2009.. mengapa begini.. mengapa begitu. Begitu ditanya balik, ternyata yang bersangkutan belum mendaftarkan diri sebagai pemilih dalam Pemilu 2009.

Bukankah itu seperti omong doang, dan bukankah ini ciri-ciri orang Munafik..?

Bebas bicara, oke. Demokrasi ya demokrasi. Tapi tetap harus disadari benar-benar bahwa hak kita dibatasi oleh hak-hak orang lain. Sepertinya Mas IWåNT juga harus sampai disini bicara tentang hak.. karena baru sadar hak saya bicara tentang hak juga ada batasanya. he..he..he Mungkin bisa diteruskan oleh rekan-rekan yang lain, ingin membahas tentang hak juga.

———

Berkaitan dengan blog, Mas IWåNT justru punya ide dan berhak menuangkan ide yang muncul dari kata contreng, centang dan coret. Jadilah themes wordpress yan terdiri dari sebuah coretan ‘mouse’. Corat-Coret Themes untuk blog dengan engine WordPress. Sebenarnya buat theme milik sendiri, namun baru ingat juga kalo hak saya untuk memiliki sendiri themes itu juga dibatasi hak orang lain (yang mungkin) ingin memilikinya. Okelah.. sedang saya renovasi dikit, jika nanti sudah siap akan saya lounching di blog khusus theme seperti themes Blue-Box yang sudah Mas IWåNT rilis sebelumnya.

corat-coret, positif gak..?!

corat-coret, positif gak..?!

Bisa anda chek di http://theme.iwanudin.com

Dengan blog, ayo gunakan hak anda. Selain bebas berteriak.. ayo berkreasi.. membuat theme sesuka hati. Mungkin saja, meski buatnya sesuka hati bisa jadi themes kreasi kita orang lain berhak juga untuk (ingin) memilikinya. Mumpung bisa ungkapkan hak pribadi yang justru membuat nyaman orang lain. Betul..??

Related Posts:


2 Responses to “Antara Contreng, Centang, Coret dan Blog”

  • [...] Read more:  Antara Contreng, Centang, Coret dan Blog | B L O G » [iwanudin.com] [...]

  • Pak James says:

    Kenapa si banyak orang Indonesia tidak bisa terang atau “say the words in clear terms”, supaya tidak adapun yang meragu or guess, about what is the meaning (apasi artinya) kata contreng/sontreng. Siapapun berani untuk memegang responsability (ketanggungjawabnya) mengguna kata-kata baru.
    Seperti banyak hal-hal di Indonesia yang ‘beruap’ (misty, vague). Maka itu, karena ngak aya keterus-terangan community(masyarakat) di angap bodoh atau yang lebih worse(buruk) dibiarkan bodoh, sehingga tak pernah ada kemajuan. Tidak heran kan. Mainan apa ini dari penguasa untuk membiarbodohkan masyarakat. Think about that man, dan jangan ikut mainan kekuasaan.
    Kasian masyarakat Indonesia.

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word