A + C = 120 ribu

Terhitung sejak 18 Januari 2009 jam 11 pagi menjelang siang, untuk sementara waktu aku nggak di Jogja. Ada agenda khusus di kampung halaman yang harus segera ditunaikan sebagai wujud putra bangsa yang taat lalu lintas. he..he.. Apaan coba ..?!

Driving License Renewal… alias Perpanjangan SIM.

Tiga ratus ribu perak sudah aku siapin buat perpanjangan SIM A dan SIM C kali ini. Berangkat dari rumah skitar jam 10 menuju POLRES Mojokerto. Aku bersyukur, polres saat ini nggak usah jauh-jauh 20km menuju kota Mojokerto. Tapi cukup nggeber sihitam 10 menit dah sampe. Maklum, sejak 2008 kemaren polres sudah pindah di kota kecamatan tempat tinggalku. Yaa.. cuman 5km lah dari rumah.

Bagitu sampai di Polres, langsung menuju kios photocopy untuk copy SIM yang sudah mau expire. Sambil nunggu antrian, mbak, apa aja toh yang harus disiapin buat perpanjangan sim..?. Fotokopi 2 kali SIM sebelumnya, foto 2×3 sebanyak dua lembar dan dimasukkan ke dalam map, jawabnya. Dua ribu mas.., pinta mbaknya untuk ongkos fotokopi dan 1 lembar map.

Sesudah itu, aku serahkan ke loket perpanjangan SIM. “Cek kesehatan di belakang masjid dulu mas..!”, kata seorang ibu ‘administrasi’ di dalam loket. Menujulah aku ke ruang cek kesehatan. Setelah antri dan nunggu 10 menit, akhirnya dipersilahakan masuk. Hanya 5 orang antrian yang boleh masuk, selebihnya masih harus nunggu dan ngantri lagi. Nggak sampe 1 menit cek kesehatan sudah beres.

Kembali ke loket sebelumnya, aku serahkan dokumen-dokumennya termasuk surat keterangan cek kesehatan tadi. Silakan tunggu di panggil., kata si ibu dalam loket. Setelah setangah jam nunggu, akhirnya dipanggil juga. 120 ribu mas, formulir ini diisi dan diserahkan kembali di loket ini, tutur si mbak di dalem loket. Segera aku isi, ga pake lama dan langsung aku serahin lagi ke loket.

Ditunggu mas, nanti dipanggil untuk photo.

Waaahh… nunggu yang atu ini cukup lama. Kalo nunggu di dalem gedung seh oke… lah ini nungu di luar dibawah tenda merah kecil bertuliskan HONDA. Panas banget.. Bisa dimaklumi, karena kantor Polres saat ini rupanya memang masih berbenah dengan tempat baru. Masjid aja juga masih dalam proses. Masih ada beberapa bangunan yang belum sempurna. Seperti yang au jelasin di awal tadi. Kantor baru..

40 menit menunggu, ada nama lengkapku disebut-sebut dipanggil untuk ikuti kontes photo. Untuk urusan photo ini sudah computerized. Sidik jari (jempol kanan-kiri), tanda tangan dalam satu paket di ruangan photo. Semua sudah terhubung dalam 1 komputer yang dimanualkan oleh seorang bapak Polisi. Sudah mas, silakan tunggu di tepat yang tadi dan nunggu dipanggil lagi untuk pengambilan SIM, katanya.

Lisensi Rp.2600 per Bulan

Lisensi Rp.2600 per Bulan

Lagi..lagi… nunggu lagi. Tapi nggak lama, cuman 10 menit namaku terdengar dari loket pengambilan SIM. Jadi dech SIM A dan C baru untuk 5 tahun ke depan. Murah yah..?! Mari kita itung lagi :

  • Fotokopi Rp. 2.000
  • Cek Kesehatan Rp. 30.000
  • Biaya SIM A & C Rp. 120.000

Total = Rp. 152.000 | untuk 5 tahun | berlaku sampai dengan 2014
Bisa diartikan Rp. 2.600 per bulan

———

Cerita mudix kali ini, sudah aku ceritakan di web sihitam. Seru dan mendebarkan karena sempet kopling putus. Klik di sini.

tetap tersenyum meski kopling putus

tetap tersenyum meski kopling putus

Related Posts:

  • No Related Posts

13 Responses to “A + C = 120 ribu”

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word